Minggu, 30 Agustus 2009

hmmm...

tak tahukah kau,
aku... terluka...

Sabtu, 29 Agustus 2009

kostum bikin binun... @#$%^%$

Kejadian ini terjadi beberapa hari yang lalu. Begini ceritanya: (serasa sinetron, yah? :D )

Pada hari itu aku mendapat kabar bahwa besok aku harus mengantar-ngantar dan menunggui mahasiswa baru yang beratus orang itu, dari pagi (yang tidak terlalu buta) hingga sore hari. waw, menyenangkan sekali bukan? apalagi ini sedang bulan puasa. menyenangkaaan sekaliiii... sampai-sampai aku tak berhenti bertepuk tangan untuk menyambutnya, horeeee …. Gubrak!

Untuk masalah antar-mengantar dan tunggu-menunggu tak terlalu menjadi kendala bagiku, yang menjadi kendala adalah BESOK AKU MEMAKAI KOSTUM APA???

Aku bingung sekali. Mau memakai kaos dan jeans seperti biasa, takut disangka maru (yang tidak lulus spmb tiga kali pastinya). Mau memakai batik, takut disangka mau kondangan. Mau pakai gamis, tapi aku tak punya satu pun (dan tak mungkin meminjam punya mamah, selain karena longgar luar biasa, aku takut tertangkap basah oleh teman-teman pengajiannya yang sedang mengenakan gamis yang sama... “aduh, bade gambusan yeuuhhh”, pasti itu ucap mereka). Mau memakai baju olah raga, takut disangka Vicky Burki... apa kata orang nanti? (moso vicky burky perutnya offside?).

Karena kebingungan sudah mencapai ubun-ubun (lebaaay), maka aku pun bertanya pada akang:

n: besok pakai kostum apa, yah? (serius)

a: kebaya aja (tiis)

n: alim ah, bisi geulis

a: ....

dan akang tidak menjawab lagi. Mungkin ia sedang merenung dan berpikir... kemana ia harus membawaku untuk mengobati penyakit narsisku yang sedikit akut :p.

zeeeeet. Baiklah, kita coret saja kemungkinan untuk memakai kebaya. Karena, aku takut disangka mbok-mbok penjual jamu yang menyusup untuk mengedarkan jamu-jamu ilegal cap nyonya nyengir. Maka, aku pun membongkar isi lemariku. Baiklah, ada apa di sana? Ada baju tentunya, masa ada gajah.

Lalu, kucoba satu-persatu baju yang tersimpan tak rapi di lemariku. OK, yang ini terlalu feminim, yang ini terlalu sporti, yang ini terlalu seksi (waeee), yang ini terlalu taun 70-an, yang ini terlalu mamah dedeh, yang ini terlalu dan terlalu dan terlalu... aduh, jadi binuuuunnnn.

Dan kebingungan seperti ini bukan terjadi untuk yang pertama kalinya. Dan aku percaya, kebingungan ini pun bukan hanya terjadi padaku, tapi hampir pada setiap wanita (bukan maksud menyamaratakan ya bo, tapi hampir loh… hampir).

Dan, mengapa hal ini sering terjadi pada kaumku? Entahlah, tapi biasanya sih penyebabnya karena kurang adanya rasa percaya diri. Takut tidak baguslah, takut tidak cantiklah, takut anggapan oranglah, dsb... dsb...

Sebenarnya, apapun yang kita kenakan, akan terlihat bagus dan cantik, bila kita nyaman dan pd memakainya. Bila kita sudah merasa nyaman dengan diri kita sendiri, maka orang lain pun akan merasa nyaman melihat kita. Jadi sebenarnya, bagus dan tidak bagus itu sugesti. Baiklah, kuberi contoh sedikit:

“ Ada seorang temanku yang hobi sekali memakai baju-baju yang aneh (menurut orang lain dan bahkan terkadang juga menurutku – tapi tidak menurutnya). Kadang ia memakai baju ala gipsi yang berlengan besar (saking besarnya hingga bisa muat tiga tangan manusia dewasa), kadang ia memakai baju bermotif abstrak yang mirip seperti baju tidur orang-orang Afrika, kadang ia memakai kemeja irlander overdombret (itu loh, kemeja-kemeja berkerah renda-renda besar yang bila tidak hati-hati memakainya bisa mencekik leher), bahkan terkadang ia mengenakan rompi yang mirip celemek dapur ibuku. Tapppiiii…. karena ia merasa PD dan nyaman mengenakannya, maka orang-orang di sekitarnya pun mengeluarkan respon yang positif ketika melihat ia mengenakan baju-baju itu. Tentu saja itu hal itu terjadi karena dia mengeluarkan aura yang positif dari dirinya. Dengan keunikannya itu, ia malah mendapatkan tanggapan seperti “ih, bajunya lucu”, “ih, unik deh”, “wah, ternyata baju kek gini keren juga” dsb… dsb.”

Dari contoh kasus yang sudah dipaparkan di atas (cieeee), maka bisa kita simpulkan bahwa apa pun baju yang kita kenakan, selama kita merasa nyaman, makan orang lain pun akan merasa nyaman melihatnya. Bila kita positif terhadap diri sendiri, tentu orang lain pun akan cenderung merespon positif pula. Jangan memaksakan diri untuk mengenakan sesuatu yang tidak kita inginkan, yang malah akan mengaburkan idendtitas diri dan membuat diri menjadi tak nyaman. So, jangan ragu untuk mengenakan baju yang sesuai dengan karakter dirimu… be yourself n love yourself!

Jadi, apa yang kukenakan untuk acara hari itu? Tentu saja… kemeja putih, cardigan, dan jeans hitam… dan hasilnya… seperti biasa, tak ada yang menyangka aku adalah pengajar di sana (tapi setidaknya, aku tidak disangka sales penjual donat :P). Tapi tak apalah, yang penting kita merasa nyaman, bukan? Hehee.

Kamis, 27 Agustus 2009

judul-judulan

judul blog ini adalah catatan harianku.
judul yang aneh bukan?
aneh karena apa?
karena.... saya tidak menulis di sini setiap hari, tidak juga setiap minggu, dan tidak juga setiap bulan. saya hanya menulis di sini hanya bila saya sedang ingin (ingin menulis tentunya, bukan ingin makan. karena bila saya ingin makan... tentu saya akan pergi ke warung.... warung makanan tentunya, bukan warung remang-remang... karena kalau remang-remang, itu adalah cuaca.... hahaa... lieurrrr ah :P )

o iya, mengapa dipilih diksi "harianku" untuk menemani kata "catatan". karena bila saya memilih diksi "finansialku", kesannya saya adalah tukang kredit (yg padahal bukan, tapi kalau kreditur sih iya - suka mengkredit maksudnya :D). bila diksinya "si boy" maka akan menjadi catatan si boy... perasaan seperti film2 tahun 90-an ya? padahal kan saya belum lahir pada masa itu :p. maka pilihan pun jatuh kepada "harianku".... karena sederhana, mudah dimengerti, hemat listrik dan bebas biaya tambahan (naooon sih? :P)

bandung-jakarta cuman setengah jam aje :D

bila menurut orang-orang konon perjalanan bandung jakarta via cipularang itu hanya dua jam, itu tidaklah benar. buktinya, tadi aku melakukannya dan hanya memakan waktu setengah jam saja. apa rahasianya? mudah saja. masuk tol pasteur, pejamkan mata, dan silahkan buka kembali mata anda setelah memasuki tol dalam kota jakarta. setengah jam saja dan kita sudah akan berada di hiruk pikunya ibu kota. cepat sekali bukan? seakan kita punya jam putar versi harry potter yang bisa mengerucutkan waktu, dari dua jam menjadi setengah jam. subhanalloh, perjalanan yang benar-benar tak terasa (kata yang numpang, bukan kata yang nyupir):P

nb. tp ingat, bangunlah ketika sudah memasuki tol dalam kota. jangan sekali-kali keterusan memejamkan mata alias bobo, atau anda akan dibawa pulang kembali ke bandung oleh bis yang membawa anda (alhamdulillah, saya belum pernah mengalaminya - dan jangan sampai mengalaminya- karena biasanya, saya memasang alarm di dalam bis atau travel yang saya tumpangi, hehee).