Jumat, 11 September 2009

my due

Nobody knows, why our mind full with a beautiful dreams bout tomorrow.

Nobody can tell, why you and me keep our heart in one place like a fully lovely shell.

But I believe… that everything happened for a reason.

Everything has a mate to complete each other like a season.

Thank you for making my world full of gorgeous sparkles.

N thank you God, sent you as my guardian angle.

Selasa, 01 September 2009

kutatap hujan

kutatap hujan lewat jendela,
tiba-tiba selaksa kerinduan menyeruak dalam benak,
mengalir melewati urat nadi,
merasuk ke dalam sanubari lewat relung2 hati.

kutatap hujan lewat jendela,
ia tetap bermain-main seperti bocah usia dini,
tak peduli bahwa aku mati suri,
digerogoti rindu yang kusimpan dalam kelam pikiran.

kutatap hujan lewat jendela,
ia tetap datang dan tak mau pergi,
terus menari-nari membayangi mata dan hati,
seperti kau dan rasa rindu ini,
yang terus menggamitku dalam mimpi2 surgawi.

kutatap hujan… dan kini ia menatapku…
“ kan kusampaikan rindumu”, lirihnya seraya tersenyum padaku.

Apakah telah sampai padamu?


- catatan yg pernah kusampaikan pada hujan, untukmu... my due -

- due -

sungguh...
berapa kali hatimu bisa tersentuh?
teramat langka bukan?
butuh kekuatan teramat dahsyat untuk bisa melakukannya.
dan subhanalloh, Tuhan telah menurunkan kekuatan itu pada-mu... untuk.... bisa meyentuh hatiku...