tiba-tiba selaksa kerinduan menyeruak dalam benak,
mengalir melewati urat nadi,
merasuk ke dalam sanubari lewat relung2 hati.
kutatap hujan lewat jendela,
ia tetap bermain-main seperti bocah usia dini,
tak peduli bahwa aku mati suri,
digerogoti rindu yang kusimpan dalam kelam pikiran.
kutatap hujan lewat jendela,
ia tetap datang dan tak mau pergi,
terus menari-nari membayangi mata dan hati,
seperti kau dan rasa rindu ini,
yang terus menggamitku dalam mimpi2 surgawi.
kutatap hujan… dan kini ia menatapku…
“ kan kusampaikan rindumu”, lirihnya seraya tersenyum padaku.
Apakah telah sampai padamu?
- catatan yg pernah kusampaikan pada hujan, untukmu... my due -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar