great day great day
Begadang lagi. Konon aq msti bikin soal UAS buat besok. Maka, setelah kerja rodi ngerjain skrip yg lima welas wiji yg bikin mata srasa membesar (amiiin, sapa tau jd ky mata rani mukerjee gituh??), maka kuteruskanlah untuk kerja rodi sesion #2, yaitu membuat soal UAS. Yeee… menyenangkan sekali, bukan? (BUKAAAN!).
Setelah memeras otak, memeras keringat, dan memeras cucian, akhirnya soal itu… tak selesai juga. Tapi, apa pun yg terjadi… apa pun rintangannya… bahaya apa pun yg menghadang… yg namanya tanggung jawab profesi ya mesti dikerjakan, maka… aku pun pergi tidur! (profesi sih profesi, ari tunduh mah teuteup we lieur!!!). Namun, si UAS datang menghantui tidurku. Tidurku tak nyenyak. Makan pun tak enak. Maka aku pun bangun dengan keringat membanjiri sekujur tubuhku. Tubuhku basah (ya iyalah, orang tidurnya di ember). Ternyata waktu sudah samporet. Aku kesiangan. Aku pun bersiap dengan tergesa. Soal UAS tinggal dua wiji lagi. Aku tetap pergi, karena hari ini pun aku ada UAS (gosipnya).
Aku pergi dengan tergesa, karena aku sudah terlambat. Kuhentikan angkot yang sedang melaju dengan kecepatan luar binasa. Ia berhenti tepat di sampingku (masa di samping pak kusir yang sedang bekerja??). Kunaiki angkot itu. Angkot itu segera melaju kembali dengan kecepatan luar binasa. Ia melewati tikungan dengan gerakan lincah. Wah, sepertinya Ananda Mikola harus waspada… itulah pikirku. Mobil terus melaju. Wah, aku bisa sampai kampus dalam waktu dua puluh menit, nih… pikirku. Mobil terus melaju. Tiba di tikungan berikutnya, ia semakin beringas. Namun, tiba-tiba dia mengerem mobilnya. Terdengar decit ban yang mengkhawatirkan. Mobil itu langsung berhenti… berhenti dan berhenti, tidak maju-maju lagi selama dua puluh menit alias NGETEM!!!! Wah, sepertinya Dewi Persik harus waspada… karena sepertinya bukan hanya dia yang terjerat kasus penonjokan! Alhamdulillah, mobil akhirnya melaju. Dan aku pun tiba di kampus hanya dalam waktu satu jam dua puluh menit.
Aku sudah sangat terlambat. Aku pergi dengan tergesa, tapi bukan menuju kampus… aku pergi menuju bank. Karena aku pikir, sepertinya sisi finansialku lebih memutuhkanku saat itu. Ternyata di bank kosong. Alhamdulillah. Aku pun pergi menuju CSnya yang sangat ramah. Ia pun melayaniku dengan sangat baik. Wah, lima menit juga selesai, pikirku. Tiba-tiba, HPnya berdering, dan ia pun harus menerima telepon lebih dari lima menit. Singkat cerita, aku keluar dari bank dengan kecepatan berlari yang sebanding dengan sprinter nasional.
Sampailah aku di kampus. Yes, dosennya belum datang. Aku segera menuju lift, dan tampaklah antrian yang menyemut. Maka, dengan semangat jiwa mudaku… aku pun mengalah naik tangga. Segurat senyum tergaris di bibirku… namun sejuta peluh mengucur di keningku. Maka, lek-lok-lah aku. Sesampainya di kelas, aku segera menghubungi temanku untuk memberitahukan bahwa aku tidak bisa pergi ke Jakarta karena ada Uas dan terpaksa harus membatalkan kontrak kerjaku hari itu. Tak lama, dosenku pun datang dan memberikan UAS yang ternyata TAKE HOME!!!! Ya sudahlah, bila bukan rejeki ya susah.
Setelah beres kuliah. Aku pergi bersama temanku untuk memberikan soal UAS, dan ternyata soalnya (benar-benar) sudah dibuatkan oleh koordinator dosen. Terima kasih pak, akan kusimpan hasil karyaku semalam suntuk untuk dijadikan kenang-kenangan (tapi ga juga deng, sama R mau dibisnisin, heheee). Aku pun pergi ke jurusan MKU untuk mengambil soal dan menanyakan jadwal ngawas.
N : permisi, pak, saya mau bertanya mengenai jadwal Uas bahasa Indonesia?
MR. X : besok, serentak.
N: mengenai jadwal ngawasnya bagaimana, pak?
Mr. X: Hah, jadwal ngawas? Ibu, dosen??? ( DAMN! Sekali)
N : betul, pak.
Mr. X: sebentar.
Nih, ada dosen bahasa Indonesia mau nanya jadwal.
Mr. Y: Mana dosen? ( DAMN! Dua kali)
Mr. Y: oh, ibu, dosen??? (DAMN! Tiga kali. Sekali lagi ada yang nanya, ta tabok pake buku Harry Potter jilid 7!)
MR. Y: begini bu, mengenai jadwal Uas, bla bla bla…. (Alhamdulillah, pada sadar juga ni orang-orang!)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar